Eliana (Serial Anak-anak Mamak)


Judul :  Eliana
Jumlah Halaman :  519 Lembar
Penulis :  Tere-Liye
Penerbit :  Republika
Desain Cover :  Mano Wolfie
Percetakan :  PT Gramedia, Jakarta



Sinopsis :

Pernahkah, kau memperhatikan, siapa orang terakhir yang bergabung dimeja makan? Orang yang terakhir menyendok sisa sayur, bahkan kadang kala kehabisan makanan di piring? Lantas siapa pula yang terakhir beranjak tidur, baru bisa memejamkan mata setelah memastikan anak-anaknya tidur?

Ia selalu menjadi yang terakhir dalam setiap urusan. Dan ia pula yang selalu menjadi yang pertama dalam urusan lainnya. Ia yang pertama bangun. Ia yang pertama membereskan rumah. Ia yang pertama ada saat anak-anaknya sakit, terluka, dan membutuhkannya. Tidakkah kau memperhatikannya?

"Jangan pernah membenci Mamak kau, Eliana. Karena kalau kau tahu sedikit saja apa yang telah seorang ibu lakukan untukmu , maka yang kau tahu itu sejatinya bahwa belum sepersepuluh dari semua pengorbanan, rasa cinta, serta rasa sayangnya kepada kalian."



Ulasan Singkat


Novel ini menceritakan Eliana, anak pertama/sulung mamak. Novel ini merupakan Buku ke 4 dari "Serial Anak-anak Mamak"-nya Tere Liye. Yang mana menceritakan anak-anak nya Pak Syahdan dan Ibu Nur, yaitu Eliana, Pukat, Burlian, dan Amelia.

Dalam novel ini berisikan Eliana, si anak pemberani. Dalam konflik yang terjadi dalam bab pertama, yaitu ketika Bapak, Eliana serta Amelia ikut dalam pertemuan penting yang membahas tentang wewenang orang dari Kota Provinsi yang hendak menambang pasir di desa yang mereka tinggali, lalu Eliana dan Amelia memasuki ruangan pertemuan tersebut dan dicibir oleh orang-orang dari Kota Provinsi dikarekanan Amelia berkata jika ia ingin menggunakan uang tersebut untuk membeli baju lungsuran (bekas).
Tak puas menertawakan Amelia, mereka menghina Pak Syahdan dengan kalimat "Alangkah miskin keluarga kau, Syahdan."

Eliana yang sejak tadi menahan amarah-nya segera mendadak berteriak kencang dan lantang "JANGAN HINA BAPAKKU!".

Dalam novel ini pula menggambarkan proses belajar anak yang berkembang, dipadu dengan kepolosan, jahil, serta kenakalan ala anak-anak. Dan tak lupa, Tere Liye menambahkan suatu pesan moral dalam proses berkembangnya sang anak.

Kelebihan


• Dengan gaya tulisannya Tere Liye yang sangat elegan, membuat novel ini mampu dibaca dan dinikmati oleh anak-anak, remaja, maupun orang dewasa.

• Dalam setiap kesempatan, Tere Liye selalu menyuguhkan suatu pesan moral, bahkan dalam konflik terkecil pun. Yang membuat novel ini begitu bermanfaat

• Orang tua dapat belajar dari Pak Syahdan dan Mak Nur dalam mendidik anak-anaknya dengan cara yang ideal, dan anak-anak pun dapat mempelajari sesuatu dari para tokoh.

• Serta novel ini pula mengajarkan kita bahwa setiap masalah harus diselesaikan dengan cara yang bijaksana.
Kekurangan (IMO)


• Pada bab yang menceritakan pengorbanan Marhotap (maaf spoiler), menurut pendapat saya.. Konflik seperti itu tergolong sangat berat dan tentunya mustahil jika yang melakukan hal tersebut adalah seorang anak kecil, Dan juga setelah konflik terjadi dan mayat Marhotap tak ditemukan, tidak ada penjelasan dalam novel tersebut tentang keluarga Marhotap.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

Tidak ada komentar